Jumat, 07 November 2008

Manusia Raksasa di Zaman Prasejarah


Salah satu hal menarik dari misteri prasejarah adalah manusia raksasa yang hidup di zaman prasejarah. Dalam kitab suci Kristen, sebelum banjir besar melanda bumi, manusia raksasa memang hidup di muka bumi.

(Genesis 6:4) Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di muka bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Tuhan menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka, inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang kenamaan.

Ada yang menarik dari penggalan kitab suci diatas. Disebutkan bahwa "anak-anak Tuhan menghampiri anak-anak perempuan manusia". Jika diterjemahkan secara kasar, ras manusia raksasa merupakan manusia setengah dewa.

Bagi kaum yang percaya dengan Alien adalah dewa yang dipuja di masa lampau, kalimat tersebut bisa diartikan lain. Bahwa manusia raksasa lahir karena campuran gen alien dengan gen manusia. Setidaknya pada mitologi Yunani, ada tokoh manusia setengah dewa, "Hercules", yang lahir dari perkimpoian dewa Zeus dengan manusia biasa. Zeus merupakan sosok Dewa Yunani yang menggunakan petir sebagai senjata. Kemungkinan Zeus adalah jenderal alien yang pada waktu itu sedang mengunjungi bumi, dan dia memiliki semacam senjata laser.

Beberapa mitologi di dunia ini percaya dengan manusia raksasa.
Yunani - disebut Titan
Skandinavia - disebut Jotun
Mitologi Hindu - disebut Rakshasa

Salah satu bukti penting tentang eksistensi manusia raksasa adalah ukiran pada Ica Stone.










Terlihat orang dan dinosaurus dilukis di batu, perbandingan mereka pada dasarnya tidak jauh berbeda. Sebagai contoh misalnya dinosaurus, kita tahu melalui analisa fosil yang tergali, tingginya kurang lebih 3 lantai apartemen, melalui film Jurassic Park, terlihat dinosaurus begitu besar, satu injakan dapat meremukkan mobil pick-up, begitu dahsyatnya dia. Di batu yang pertama, meskipun ia lebih besar dibanding manusia, namun perbedaannya tidak begitu mencolok. Di (batu) kedua, tampak orang menunggang di atas punggung Triceratops, dan mengayunkan sesuatu, perasaan itu sepertinya saat orang sedang menunggang punggung sapi, seperti sang gembala kecil, menunggangi punggung sapi sambil meniup seruling, perbedaan mereka sebanding.

Keberadaan manusia raksasa juga diperkuat dengan asumsi bahwa pembangunan Piramida di Mesir dan situs Stonehenge di Inggris dibantu oleh manusia raksasa. Piramida di Mesir disusun dengan skala yang sempurna, dengan jumlah tumpukan sekitar 3 juta bongkah batu. Sedangkan sebuah batu beratnya 2.5 ton. Maka bisa dianalogikan manusia zaman sekarang membangun gedung bertingkat dengan menggunakan batako.

Namun pada suatu ketika ras manusia raksasa ini punah begitu saja. Dalam kitab suci dijelaskan bahwa penyebab kepunahan ras manusia raksasa adalah akibat banjir besar. Tuhan menghapuskan manusia raksasa dari muka bumi karena tindakan mereka bertentangan dengan kehendak Tuhan. Dalam beberapa mitologi kuno, manusia raksasa juga sering digambarkan sebagai sosok yang jahat dan melawan para dewa.

Pada akhir tahun 1950, di dalam lembah di Turki, ditemukan sejumlah besar kerangka, kerangka-kerangka itu bentuknya sangat mirip dengan kerangka manusia, namun mereka luar biasa besarnya. Karena itu para ilmuwan, memasang kerangka-kerangka itu sebagai dinosaurus atau binatang lainnya, namun tidak bisa terpasang. Temuan belakangan menyatakan bahwa kemungkinan itu adalah kerangka manusia. Buktinya, salah satu potongan tulang kaki manusia itu panjangnya mencapai 120 cm, berdasarkan ukuran ini maka tinggi badan manusia jenis ini sekitar 5 meter. Jenis manusia raksasa tertentu mungkin malah tingginya bisa mencapai lebih dari 5 meter.





Disinggung juga mengenai hasil karya manusia besar dalam ceramah Master Li Hongzhi di Amerika Utara itu, "Bicara sampai di sini biarlah saya menyingkap dua teka-teki dalam sejarah. Manusia tidak dapat memahami bagaimana piramid dibuat. Batu yang begitu besar bagaimana manusia mengangkutnya? Beberapa orang manusia raksasa yang tingginya 5 meter mengangkut sesuatu, itu dengan manusia sekarang memindahkan sebuah batu besar adalah sama. Untuk membangun piramid itu manusia setinggi 5 meter sama seperti kita sekarang membangun sebuah gedung besar. Teka-teki lagi adalah mengapa ada hewan yang sebesar dinosaurus? Sesungguhnya itu dipersiapkan untuk manusia raksasa. Manusia setinggi lima meter melihat dinosaurus dan hewan bersosok besar lainnya, dengan kita manusia sekarang melihat sapi tidak ada bedanya. Manusia yang berlainan harus disediakan jenis benda yang berbeda baginya, segala benda di muka bumi semua adalah diciptakan demi manusia, dijadikan demi manusia."

0 komentar: