Jumat, 07 November 2008

Permulaan Sejarah China

Setelah Kublai Khan dari Mongol menaklukkan kerajaan Nanchao, sejarah Yunnan menjadi bagian dari seluruh sejarah Cina.

Untuk memahami sejarah Yunnan sebagai sejarah Cina pada umumnya, sangat penting untuk mengetahui sejarah Cina dari awalnya.

Orang-orang menuntut bahwa sejarah mereka dimulai dari dinasti Xia periode 500 tahun abad tahun 2200 sampai 1700 sebelum masehi. Hal itu diikuti oleh Dinasti Shang dari abad 1700 sampai 1100 sebelum masehi. Walaupun tidak ada catatan sejarah dan penemuan arkeologi, tokoh mitologi tetap menuntut tentang dua dinasti itu.

Dinasti ketiga yang dikenal di dinasti Cina bernama dinasti Zhou sampai abad 221 sebelum masehi. Dinasti Zhou menyumbangkan dua filosofi dan kepercayaan penting. Khong Hu Chu dan Tao. Khong Hu Chu berdiri dari abad 551 sampai 479 sebelum masehi, ia membangun standar kehidupan sosial bagi orang-orang Cina sampai tahun1911 ketika kaisar Cina jatuh dan muncul perdebatan, Khong Hu Chu memberikan sumbangan pada kehidupan social Cina hingga kini, walaupun Cina menjadi negara komunis sampai 1949.

Pendiri ajaran Tao adalah pendeta Budha Cina bernama Laozi. Berbeda dengan Tao Khong Hu Chu bukanlah agama yang berhubungan dengan dewa ataupun dewi, dan bukan juga ajaran supranatural, ajaran Tao lebih mengacu pada hal mistik.

Ketika Dinasti Zhao akan masuk pada wilayah utama, orang-orang China pertama kalinya bersatu di bawah Dinasti Qin. Dinasti Qin hanya bertahan selama 14 tahun, di masa pemerintahan kaisar Qin Shihuang. Walaupun Qin Shihuang memerintah dengan kejam, tapi ia memperkenalkan sistem administrasi yang dipakai di berbagai tempat lebih dari 2000 tahun. Prinsip dari bentuk sistem administrasi sangat kuat berlaku di pemerintahan yang ditentukan oleh administrator serta disetujui oleh pusat. Walaupun model Komunis Cina masih berpengaruh pada sistem ini.

Setelah Qin Shihuang wafat, putranya Liu menjadi kaisar, walaupun Kaisar Liu tidak memiliki kemampuan sebagai Pemimpin. Kemudian komandan Liu Bang bergerak ke Ibukota kekaisaran dan menjatuhkan dinasti Qin.

Liu Bang kemudian mengumumkan dirinya sebagai kaisar yang baru dan mendirikan Dinasti Han. Keturunan Liu Bang memiliki kemampuan untuk memimpin, dan dinasti Han berdiri selama 400 tahun dari tahun 206 sebelum masehi sampai 220 masehi. Dinasti Han tidak terorganisir dengan baik seperti Dinasti Qin. Dinasti Han terlibat kasus korupsi dan perpecahan. Setelah kaisar Han berakhir, abad 220 setelah masehi, Cina dibagi menjadi tiga kerajaan, kerajaan Wu, Wei dan Shu Han. Periode tiga kerajaan itu berakhir sampai abad 589 setelah masehi. Pada saat itu bukan hanya abad untuk tiga kerajaan, tapi juga era dari kerusuhan internal, dengan masa kejayaan dinasti yang singkat dan pergantian pusat kekuasaan.

Cina bersatu kembali, dan diperintah oleh dinasti tunggal, Jenderal Wi Barat, Sui, menaklukan hina Selatan bukan untuk kepentingan kemenangan dinasti Wi Barat tapi untuk untuk mengangkat dirinya sebagai kaisar Cina.

Dinasti Sui berakhir pada tahun 618 sebelum masehi tapi menimbulkan dampak yang dalam bagi pembangunan masyarakat China. Keahlian mayor dari dinasti Sui adalah pembentukan resmi dalam hal pembangunan Grand Canal, dimana sungai mengalir dari utara ke selatan melalui Cina, dan ketika sungai mengalir dari arah timur ke barat.

Walaupun tidak sukses, dinasti Sui melakukan tiga perjalanan militer ke semenanjung Korea, menjalankan pemerintahan putra Sui, Yangdi. Ketika tentara Yangdi kalah untuk ketiga kalinya, kaisar dibunuh oleh penasehatnya. Jenderal Yangdi, Li Yuan, yang bermarkas di perbatasan garnisun Taiyuan, mengambil kesempatan untuk merebut tahta dan mendirikan dinasti Tang.

Dinasti Tang berdiri dari tahun 618 sampai 907 sebelum masehi dan merupakan dinasti yang memiliki masa kejayaan dalam sejarah Cina. Selama berlangsungnya dinasti Tang, sistem administrasi Cina kemudian didirikan. Propinsi diperintah dengan persetujuan administrator, yang selanjutnya dibagi dalam 300 administratif dan 1500 kabupaten.

Kemudian Dinasti Tang memperlihatkan perkembangan di bidang budaya, seni, ilmu dan agama yang sebelumnya tidak dikenal dalam proses internasionalisasi Cina, melalui pedagang asing yang tidak hanya membawa barang dagangan tetapi juga mendirikan sekolah baru untuk belajar.

Secara politik Dinasti Tang jatuh. Di barat, tentara Tibet menggedor garnisun Tang, dan di Yunnan, kerajaan Thai, Nanchao mencoba melakukan ekspansi ke Sichuan. Ketika sistem politik dan militer dari dinasti Tang dikikis, tanah Cina menjadi di bawah kepemimpinan kelompok bandit. Akhirnya pada tahun 907 setelah masehi, perlindungan hukum di bawah pimpinan Huang Zhao direbut oleh modal dinasti Tang dan selanjutnya berakhir.

Selama seperempat abad berikutnya, Komando militer saling bertempur di wilayah yang dominan, untuk memperluas kekuatan militer. Mereka percaya bahwa kabupaten yang memiliki sejarah yang kaya dan panjang dapat memperbanyak sistem legitimasi kekuatan politik, hal ini merupakan hal yang biasa terjadi di Cina.

Di Eropa tengah, kekuatan politik harus dilegitimasi oleh aturan turunan yang terperinci , juga oleh perjanjian hirarki agama. Untuk naik tahta, salah seorang harus mewarisinya. Dengan begitu, sejarah akan menganggap pemerintah sebagai perebut kekuasaan.

Di Cina, seperti juga di beberapa negara di Asia, legitimasi kekuatan politik terletak pada pemiliknya. Petani bahkan bandit dapat menjadi tentara, menaklukan Ibukota, mengangkat dirinya sebagai raja atau kaisar, dan mengharapkan persoalannya dapat menerima ketentuan tanpa mendiskusikan apakah raja atau kaisar baru dapat duduk di tahtanya.

Dalam pemikiran Cina tradisional, jika pemerintah baru bertahan dalam kekuatannya, ia harus dapat membuktikan amanat dari surga untuk menjadi kaisar baru. Jika pemerintah atau dinasti jatuh, hal itu membuktikan bahwa amanat dari surga tidak berjalan dengan baik.

Ketika sistem Cina terlihat praktis, konsekuensinya pasti mengikuti, diikuti oleh sekelompok individu yang besar untuk mencobanya. Sebagai jenderal tidak pernah merasa kuatir walaupun penduduk Cina akan menerima mereka sebagai pemerintahan legitimasi dimana mereka mempunyai kekuatan, sejarah Cina banyak mempunyai contoh dimana jenderal menaklukan raja-raja dan kaisar-kaisar. Pemimpin dari pemberontakan yang terkenal biasanya tidak berhubungan dengan pertempuran melawan ketidakadilan sosial, tapi jika pemberontakan itu berhasil mereka mempunyai tujuan untuk kekuatan politik sosial dan mendirikan dinasti mereka. Penyerbuan asing dapat merebut pengadilan Cina dan mengangkat diri mereka sebagai kaisar. Dua dinasti mayor Cina secara etnis bukan orang Cina, dua dinasti itu adalah dinasti Mongol Yuan dan dinasti Manchu Qing.

Setelah runtuhnya dinasti Tang pada abad 907 setelah masehi, pemerintah regional, jenderal yang tidak setia, pejabat tinggi kerajaan bahkan Pemimpin kelompok bandit terlibat perang atara satu dengan yang lainnya.

Pada 959, Zhao Kuangyin, Pemimpin penjaga kerajaan di masa dinasti regional, meraih kekuatan dari Pemimpin negara bagian yang sudah berumur 7 tahun. Tahun berikutnya Zhao Kuangyin, menaklukan kerajaan regional dan berhasil menyatakan seluruh Cina di bawah pemerintahannya. Akibat dari Dinasti Song, yang mengadakan perjanjian pada saat itu, Zhao Kuangyin merebut kekuasaan dari anaknya yang menjadi raja pada tahun 959 sebelum masehi. Hal itu berakhir sampai 1279 masehi, ketika Kublai Khan mendirikan Dinasti Yuan.

Dinasti Song membawa pada Cina apa yang disebut sebagai revolusi perdagangan. Salah satunya adalah memperkenalkan uang kertas, yang digunakan dalam perdagangan.Kota berkembang sangat cepat, ke arah yang lebih besar seperti keadaan yang juga sedang terjadi di Eropa pada saat yang sama. Revolusi perdagangan meluas ke daerah luar kota dimana teknik pertanian diperkenalkan.

Tidak seperti dinasti Cina sebelumnya, Dinasti Song tidak runtuh karena penyakit tapi karena pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan dari luar yang tidak mempunyai pengaruh. Pasukan dari luar itu berasal dari sekelompok orang-orang Mongol, bencana itu terjadi di bagian Asia dan Eropa timur. Mongol disatukan tahun 1206 oleh Genghis Khan dan mengacau bangsa-bangsa di sekitarnya. Genghis Khan merebut Beijing (bukan Ibukota China) di tahun 1215, perlakuannya mengalihkan bagian lainnya ke kekaisaran yang lebih luas, dinasti Song yang menjalankannya untuk beberapa dekade. Cucu Genghis Khan, Kublai Khan yang pada akhirnya menaklukkan Cina di tahun 1279, termasuk kerajaan Yunnan Thai di Nanchao. Meskipun Kublai Khan menaklukan China di tahun 1279, Dinasti Yuan didirikan Kublai Khan tahun 1271 sampai 1368.

Dibawah kekuasaannya, Kublai Khan memperluas daerah jajahan ke wilayah barat, tepatnya sampai ke Moskow dan Baghdad.

Orang-orang Mongol menyusun kembali pemerintahan Cina dengan cara memiliterisasikannya. Sebelum serangan gencar Mongol, secara luar biasa orang-orang Mandarin yang berpendidikan telah menjadi pilar dari system administrasi Cina, mereka dibawah kekuasaan orang-orang Mongol, digantikan oleh orang-orang yang telah naik jabatannya di militer.

Ketika orang-orang Mongol mengambil keputusan mengenai semua hal penting dari kebudayaan Cina sehingga menjadi tidak dapat dibedakan dari hal-hal pokok orang-orang Cina yang sebenarnya, perbedaannya dibuat secara politik, yaitu: semua etnik Mongol dibebaskan dari membayar pajak sedangkan orang-orang Cina diwajibkankan membayar semua pajak yang ada. Ketidakadilan ini, adalah fakta yang berlaku pada dinasti yang secara etnik adalah orang asing, dan kemungkinannya ini adalah alasan utama mengapa Dinasti Yuan bertahan selama lebih dari 100 tahun.

Orang Cina asli, sama dengan orang Tao, dulunya dinasti terakhir ini hanya dapat dibuktikan jika memiliki "mandat dari surga", dan juga dipercaya dimana mandat dari dinasti tertentu telah dikeluarkan, hal tersebut akan mengalah pada pemberontak atau pemberontak istana. Di dalam pemikiran tr

0 komentar: