Jumat, 07 November 2008

Melacak Jejak Manusia Raksasa

Bukti-bukti arkeologis menunjukkan manusia berukuran besar pernah hidup di bumi ini pada zaman kehidupan dinosaurus. Catatan Tiongkok kuno dan cerita rakyat turut memperkuat keberadaan mereka.


Budaya kuno Nazca yang berada di Peru, Amerika Selatan, terkenal di dunia dengan misteri lukisan datar berukuran besar, sejumlah besar lukisan raksasa, seperti burung, kera, laba-laba, dan tumbuh-tumbuhan semuanya sangat besar dan tak terbayangkan. Namun, yang lebih membuat takjub adalah di dalam liang kubur yang tergali di tempat tersebut, ditemukan sejumlah besar barang kerajinan tangan yang mengagumkan sekaligus tidak bisa dijelaskan, dan masa barang-barang kerajinan tangan ini sejak awal sudah tidak bisa diselidiki lagi.

Setelah dalam penggalian sebuah kuburan setempat yang dipercaya telah berusia 1.300 tahun lamanya, selain ditemukan mayat, juga ditemukan sebagian barang persembahan yang dikubur bersama mayat, termasuk sejumlah barang tembikar dan selembar anyaman permadani dinding yang sangat indah. Bentuk gambar dalam permadani adalah hiasan pinggir dan sederhana dengan dinosaurus sebagai dasarnya, sedangkan lukisan di atas tembikar juga melukiskan tentang seekor dinosaurus hidup sebagai perhiasan utama.

Padahal ilmuwan sekarang baru mulai secara tepat melukiskan bentuk rupa dinosaurus tidak lebih dari 100 tahun yang lalu (gambaran pada 100 tahun lalu sebagian besar bahkan keliru), namun dalam makam kuno yang telah berusia ribuan tahun lamanya, kita malah bisa menemukan suatu karya yang melukiskan bentuk atau wujud dinosaurus dengan tepat.

Orang yang menciptakan sejumlah karya seni ini, mereka jelas memiliki pengetahuan paleontologi yang setara dengan ilmuwan sekarang, bisa melalui catatan merekonstruksi fosil kembali, dan melukiskan rupa dinosaurus. Sebaliknya jika pencipta sejumlah karya seni tersebut tidak memiliki pengetahuan tentang paleontologi, lalu bagaimana manusia zaman dahulu melukiskan dengan tepat rupa dinosaurus? Terhadap kenyataan tersebut, pemberi arsip literatur Dr. Don Patton mengatakan: "Saya berpendapat, bahwa manusia purbakala Peru pernah hidup bersama dengan dinosaurus-dinosaurus tersebut."


Spoiler for gambar dan bukti..:

Jejak Kaki dan Lukisan Raksasa
Benarkah yang dikatakan Dr. Don Patton? Coba kita lihat penemuan di sebuah palung Sungai Paluxy di Glen Rose, Texas, AS, di situ para ilmuwan menemukan ada fosil jejak kaki dinosaurus pada Zaman Kapur (gambar 1). Itu adalah hal yang biasa, namun yang tidak biasa di sekitar fosil jejak kaki dinosaurus, ditemukan jejak kaki 12 manusia besar, yang lewat bersilangan dengan jejak dinosaurus, itu sangat luar biasa. Di antaranya ada jejak kaki, yang menginjak di atas jejak kaki dinosaurus, ini betul-betul sangat aneh. Para ilmuwan membelah dua fosil itu, melihat penampang lintangnya, fosil-fosil tersebut menunjukkan semuanya menginjak di atas tanah, fosil-fosil tersebut memang terbentuk akibat mendapat tekanan, maka sudah pasti itu bukan merupakan hasil tiruan atau dipalsukan oleh generasi belakangan. Itu benar-benar nyata.

Selain sejumlah jejak kaki yang ditemukan tadi, mereka menemukan fosil jari tangan seorang manusia di dalam lapisan batu yang sama di sekitarnya, bahkan ada sebuah palu, kepala palu ini berupa besi, dibentuk dari suatu komposisi besi dengan kadar 6,6%, belerang berkadar 0,74% dan klorin 0,26%, suatu paduan yang sangat aneh. Kualitas benda ini sangat baik, sekarang tidak mungkin membuat persenyawaan kimia logam klorin dan besi. Pada gagang kayunya itu ada sepotong yang telah mengalami karbonisasi, bagian yang terkarbonisasi itu, menurut pendapat mereka, bukan belakangan baru terlepas, sebab proses karbonisasi tersebut harus memerlukan tekanan waktu dan panas yang sangat lama baru bisa terjadi, itu membuktikan, bahwa lapisan batu alat buatan manusia dan lapisan batu tempat jejak kaki dinosaurus adalah sama, sedangkan lapisan batuan yang lain tidak terdapat jejak kaki dinosaurus dan alat buatan manusia. Penemuan tersebut menerangkan bahwa manusia benar-benar pernah hidup bersama dengan dinosaurus.



lukisan raksasa

Ada juga sebuah lukisan raksasa yang ditemukan di etsa lapisan terbawah padang pasir timur Los Angeles, California, AS, beberapa tahun yang lalu. Lukisan tersebut mungkin berhubungan dengan legenda suku bangsa Indian. Legenda-legenda tersebut meninggalkan kesan yang mendalam dalam kehidupan sosial suku mereka. Para pilot angkatan udara AS berhasil memotret lukisan dan gambar di atas kerikil halus dari daerah yang tidak dihuni manusia di sekitar Blythe, California. Berita telegraf AP dari New York Times mengatakan, "Orang-orang pernah mengharapkan para pilot dapat memotret etsa semacam ini." Para ilmuwan telah mendengarnya sejak lama, legenda suku juga terbentuk darinya. Legenda-legenda itu mungkin saja memberikan inspirasi kepada para seniman Blythe.

Gambar-gambar yang aneh itu ditemukan oleh George Palmer ketika terbang menuju Blythe melalui waduk besar Hoover. Di sekitarnya tidak ada daerah bukit apa pun untuk mendukung ketinggian yang diperlukan saat mengidentifikasikan mereka. Jika bukan dengan sekuat tenaga mencari sebuah titik daratan darurat waktu itu, maka gambar-gambar tersebut mungkin masih harus menunggu bertahun-tahun lamanya untuk dapat ditemukan.

Palmer telah melaporkan temuannya kepada sarjana etnologi Arthur Woodward di museum Los Angeles, Arthur mengendarai mobil melintasi bermil-mil ke daerah yang tidak dihuni manusia untuk menyelidiki gambar-gambar tersebut. Sesampainya di sana, ternyata gambar-gambar tersebut dibuat dari batu kerikil cokelat yang terkikis lapisan permukaannya dalam skala luas hingga tanah alkali di bawahnya. Area panjangnya antara 50-167 kaki. Di antara kedua bentuk manusia besar ada beberapa ular besar dan binatang yang berkaki empat berekor panjang. Sesosok manusia berukuran raksasa terlihat sedang berjalan keluar, sepertinya baru keluar dari sebuah ruangan dansa.

Upaya awal Woodward mencari pencipta lukisan tersebut tidak berhasil sama sekali. Suku Indian Mohave dan Chemehuevi yang pernah sering kali berkunjung ke tempat itu pun mengatakan, tidak tahu-menahu gambar-gambar tersebut. Namun, ketika dia mengetahui bahwa ada gambar serupa di sekitar Sacaton yang berada di daerah Gila anak sungai bagian utara dalam ruang lingkup Arizona, tumbuh lagi harapan baru dalam hatinya. Suku Indian Pima menamakan tempat itu dengan sebutan Haakvaak, yaitu "tempat pembaringan burung elang."

Dalam sebuah legenda Pima dikatakan, bahwa ketika suku bangsa Indian yang telah lenyap sejak dulu, Hohoken menetap di tempat itu, seseorang yang paling berani di antaranya telah mengusir seekor induk binatang yang memangsa mereka. Dalam perjalanan itu, ia berbaring untuk istirahat. Dan setelah ia pergi, suku-suku Indian itu lalu mengikis batu asahan tempat pembaringannya, untuk disimpan bentuknya. Beberapa tahun belakangan selalu saja ada orang mempersembahkan sesajen pada gambar tersebut.

Dari situ dapat dipahami, manusia purbakala demi seni dan menghibur diri maka ia melukis dan mengukir. Namun, mereka juga meninggalkan sejumlah lukisan raksasa dan simbol, dan baru ditemukan setelah berabad-abad kemudian. Bentuk garis Nazca yang terkenal, manusia raksasa Blythe, serta sejumlah besar karya lainnya, baru dapat dibedakan secara jelas dari udara. Sebetulnya, ada sejumlah karya yang tidak dapat dibedakan dari permukaan bumi. Karena benar-benar sulit mencari penjelasan lainnya.



ukiran batu

Bukti Arkeologis Lain
Kita tengok juga museum Dr. Javier di Peru, di dalamnya tersimpan sejumlah ukiran batu. Batu yang tersimpan di dalamnya itu, bukannya seperti batu Ji Xie, Shou Shan Shi dalam epigrafi Tiongkok, batunya sendiri tidak ada keistimewaan yang spesifik. Terutama ukiran-ukiran yang dilukis di atasnya, batu-batu itu ditemukan di Peru di sebuah kota yang bernama Ica. Coba kita perhatikan ukiran batu pertama, seseorang yang sepertinya sangat panik berlari, di belakangnya ada seekor dinosaurus ganas sedang mengejarnya, dan sepertinya tertangkap oleh dinosaurus ganas itu. Kita melihat dinosaurus itu, sama persis dengan dinosaurus ganas dalam film Jurassic Park, coba Anda lihat kaki belakangnya sangat kuat dan bertenaga, kaki depannya sangat pendek. Sepertinya tidak normal pertumbuhannya, tampak tidak serasi dengan sosok badanya yang besar.

Coba perhatikan lagi batu lainnya, yang digambar adalah Triceratops, dan coba lihat di atas dinosaurus yang mirip badak raksasa ini ada seseorang, bagai menunggang di atas punggungnya, mengayunkan senjata yang mirip kapak. Dan lainnya masih ada sejumlah batu yang berbeda, di mana melukiskan seseorang sedang menunggang di atas punggung Pterodaktil atau jenis dinosaurus yang bersayap. Batu-batu yang terukir ini hampir semuanya menampilkan jenis dinosaurus yang terkenal itu, dan lagi pula, sepertinya memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan orang-orang yang mengukir di atas batu itu.

Kalau melihat batu tua yang mengukir kehidupan dinosaurus bersama dengan manusia, memang membuat orang bingung. Menurut gaya pemikiran orang zaman sekarang, umumnya kita menjadikan binatang yang hidup di sekitar kita dilukis bersama dengan manusia, misalnya sapi, kuda, anjing, atau kucing, lagi pula kita memiliki televisi yang dapat melihat sejumlah binatang yang tidak dapat kita lihat, orang-orang yang pada zaman dahulu itu, mengapa mereka bisa menjadikan dinosaurus sebagai objek lukis dengan manusia?

Tidak hanya dilukis secara bersama, misalnya dinosaurus ini, Pterodaktil dan Triceratops, semuanya merupakan yang dikenal oleh ilmuwan kita sekarang, bahkan dengan jelas kita lihat bagaimana orang waktu itu hidup bersama dengan dinosaurus dari ukiran tersebut. Sampai di sini, lantas terbersit sejumlah keraguan, misalnya, ilmuwan telah memastikan dinosaurus punah pada 100 juta tahun yang silam, sedangkan orang yang mengukir batu itu, mungkin saja hidup berada dalam satu masa bersama dengan dinosaurus, dengan lain kata apakah pada 100 juta tahun yang silam telah ada sekelompok manusia di sana? Jika bukan, berarti diukir belakangan setelah itu. Lalu menurut data, kita bisa mengetahui bentuk dinosaurus seperti itu, karena ilmuwan maupun arkeolog kita sekarang yang disimpulkan berdasarkan fosil yang tergali, dan kemudian dibentuk dinosaurus. Lalu, jika orang-orang yang pada masa itu, mereka juga menerka-nerka bentuk dinosaurus, menandakan bahwa mereka telah memiliki standar pengetahuan ilmuwan sekarang, dapat memperkirakan bentuk dinosaurus.

Selain itu, coba kita teliti batu yang tergali itu, akan menemukan hasil yang lebih menakjubkan, terlihat orang dan dinosaurus dilukis di batu, perbandingan mereka pada dasarnya tidak jauh berbeda. Sebagai contoh misalnya dinosaurus, kita tahu melalui analisa fosil yang tergali, tingginya kurang lebih 3 lantai apartemen, melalui film Jurassic Park, terlihat dinosaurus begitu besar, satu injakan dapat meremukkan mobil pick-up, begitu dahsyatnya dia. Di batu yang pertama, meskipun ia lebih besar dibanding manusia, namun perbedaannya tidak begitu mencolok. Di (batu) kedua, tampak orang menunggang di atas punggung Triceratops, dan mengayunkan sesuatu, perasaan itu sepertinya saat orang sedang menunggang punggung sapi, seperti sang gembala kecil, menunggangi punggung sapi sambil meniup seruling, perbedaan mereka sebanding.

Apakah mungkin manusia yang hidup bersama dinosaurus pada masa itu adalah manusia yang lebih besar? Atau yang disebut dengan "manusia raksasa". Teori seperti ini sepertinya tak mungkin, namun pernahkah kita bayangkan, capung yang hidup pada zaman dinosaurus, sayapnya membentang mencapai 1 meter lebih, bila dibayangkan seperti itu, makhluk hidup di masa itu pasti sangat besar, dikatakan sebagai teori manusia raksasa, kemungkinannya sangat besar.



gambar raksasa di atas tanah datar bernama Nazca di Peru

Coba perhatikan kembali 2 gambar yakni ukiran batu Ica, dan gambar raksasa di atas tanah datar yang bernama Nazca di Peru. Menyinggung tentang dataran Nazca, di sini masih ada sebuah gambar skematik lainnya, sebelumnya pernah disinggung mengenai burung raksasa, laba-laba, dan termasuk gambar lainnya, semua itu ditemukan di sana. Dan coba perhatikan lagi kedua gambar tadi, di atas batu yang tergali di Ica, terukir seekor kera yang ekornya menggelantung, dan coba kita perhatikan lagi gambar besar dataran Nazca itu, hampir sama persis, sejumlah gambar ukuran raksasa yang membuat kita tidak paham, apakah mungkin itu dilukis oleh manusia berjenis raksasa?

Berikutnya kita perhatikan bukti yang berhubungan secara langsung dengan manusia raksasa. Yang pertama adalah pada akhir tahun 1950, di dalam lembah di Turki, ditemukan sejumlah besar kerangka, kerangka-kerangka itu bentuknya sangat mirip dengan kerangka manusia, namun mereka luar biasa besarnya. Karena itu para ilmuwan, memasang kerangka-kerangka itu sebagai dinosaurus atau binatang lainnya, namun tidak bisa terpasang. Temuan belakangan menyatakan bahwa kemungkinan itu adalah kerangka manusia. Buktinya, salah satu potongan tulang kaki manusia itu panjangnya mencapai 120 cm, berdasarkan ukuran ini maka tinggi badan manusia jenis ini sekitar 5 meter. Jenis manusia raksasa tertentu mungkin malah tingginya bisa mencapai lebih dari 5 meter.



jejak kaki manusia

Berikutnya kita perhatikan lainnya yaitu sebuah jejak kaki manusia raksasa yang panjangnya 90 cm, ditemukan di negara bagian Kansas, AS, foto itu diperlihatkan Dr. Doherty dalam karyanya "Lembah Manusia Raksasa". Kita tahu manusia sekarang, seorang manusia dewasa rata-rata panjang kakinya kurang lebih 30 cm, ini sebabnya orang Barat menyebut 30 cm adalah sebuah ukuran kaki. Dan yang 90 cm itu jika menurut perbandingan, adalah 3 kali lipat panjang kaki manusia, maka tinggi badannya mencapai 5 meter lebih, maka semua ini adalah bukti manusia raksasa.

Selain itu, masih ada selembar foto dokumentasi, awal Agustus 2002 di Australia, seorang ilmuwan menemukan sebuah fosil yang bentuknya seperti angsa, ia memperkirakan angsa itu hidup pada 8 juta tahun silam, ada setengah ton beratnya, ia bisa menyusun kembali ke bentuknya semula, dan kantor berita Reuter serta AFP meliput perihal tersebut, mereka mewawancarai ilmuwan yang menemukan fosil itu, ilmuwan tersebut mengatakan, "Itu adalah seekor burung besar, luar biasa besarnya, namun jelas sekali ia hanya seekor angsa. Angsa adalah unggas piaraan orang sekarang. Angsa yang demikian besar benar-benar membuat orang merasa takjub, angsa yang beratnya setengah ton mungkin hanya manusia raksasa yang tingginya lebih dari 5 meter yang sanggup memeliharanya. Mungkin mereka adalah unggas piaraan manusia raksasa dalam legenda setiap bangsa di dunia."




Manusia yang Tersingkir
Bukti-bukti di atas sepertinya merupakan sebuah "misteri yang belum terpecahkan", namun jika dirangkaikan seakan-akan sedang memberitahu sesuatu pada kita bahwa manusia raksasa pernah hadir di bumi ini. Memang, selama ini tidak ada orang yang secara mendetail mampu menjelaskan keberadaan manusia raksasa dalam kaitannya dengan sejarah umat manusia. Beberapa arkeolog yang menemukan jejak manusia raksasa hanya berbicara pada tingkat keilmuan sesuai dengan penemuannya itu, dan belum mampu mengungkap tabir kehidupan mereka. Beruntung Master Li Hongzhi dalam ceramahnya di Amerika Utara pada bulan Maret 2002 pernah menyinggung keberadaan manusia raksasa (dan juga manusia kecil) yang misterius ini.

"Secara garis besar dalam seratus juta tahun, di atas planet bumi ini terbagi dua masa periode besar, 50 juta tahun sebagai satu periode. Lima puluh juta tahun pertama adalah periode di mana manusia raksasa, manusia kecil dan manusia sedang eksis bersamaan. Manusia raksasa rata-rata setinggi 5 meter, manusia sedang adalah manusia sekarang pada masa kita sekarang ini, rata-rata di bawah 2 meter sedangkan manusia kecil hanya setinggi beberapa inci. Ketika itu kehidupan tingkat tinggi menciptakan manusia mengapa bersamaan diciptakan tiga jenis manusia? Karena ingin melakukan percobaan dari ketiga jenis manusia ini, jenis mana yang cocok untuk tetap berada di atas muka bumi hingga tahap terakhir, .... Selama dalam proses lima puluh juta tahun, di satu pihak tak hentinya menciptakan daya pengenalan manusia terhadap dunia, di lain pihak menentukan manusia jenis mana yang ingin dipertahankan.

Akhirnya ditemukan, manusia raksasa tidaklah cocok, berhubung tubuhnya besar, maka menyebabkan jarak secara relatif menjadi pendek terhadap planet bumi, waktu pun secara relatif menjadi singkat, juga karena pengurasan sumber materi energi oleh manusia raksasa perbandingannya tidak selaras dengan planet bumi. Kemudian ditemukan bahwa manusia kecil juga tidak selaras, karena seluruh bumi adalah hutan, mereka akan sulit untuk menggarapnya, saat itu tidak ada sebidang tanah kosong, jika ingin mereka menciptakan peradaban layaknya sekarang ini, bagi mereka boleh dikatakan sangatlah sulit, bersamaan itu waktu di bumi bagi manusia kecil tampaknya terlalu lama, jarak terlalu panjang, manusia kecil jika ingin menyeberangi lautan luas, itu benar-benar telampau sulit, oleh karenanya mereka tidaklah cocok.

Dengan demikian manusia raksasa dan manusia kecil sudah seyogianya tersingkirkan. Bukan sekaligus tersingkirkan, adalah setelah lima puluh juta tahun perlahan-lahan mulai tersingkirkan dalam sejarah. Manusia raksasa terakhir hilang dari pandangan kita adalah dua abad yang lalu, yaitu dua ratus tahun lebih yang lalu, manusia raksasa baru akhirnya tidak tampak lagi. Sedangkan manusia cebol pada tujuh atau delapan puluh tahun yang lalu, masih ada orang yang melihatnya, setelah masa akhir-akhir ini baru punah jejaknya, juga bukan sama sekali lenyap, ada yang pergi ke ruang lain, ada yang pergi ke bawah tanah. Mereka tahu bahwa dirinya tergolong manusia yang tersingkirkan, maka tidak mengadakan kontak dengan manusia zaman sekarang."

Disinggung juga mengenai hasil karya manusia besar dalam ceramah Master Li Hongzhi di Amerika Utara itu, "Bicara sampai di sini biarlah saya menyingkap dua teka-teki dalam sejarah. Manusia tidak dapat memahami bagaimana piramid dibuat. Batu yang begitu besar bagaimana manusia mengangkutnya? Beberapa orang manusia raksasa yang tingginya 5 meter mengangkut sesuatu, itu dengan manusia sekarang memindahkan sebuah batu besar adalah sama. Untuk membangun piramid itu manusia setinggi 5 meter sama seperti kita sekarang membangun sebuah gedung besar. Teka-teki lagi adalah mengapa ada hewan yang sebesar dinosaurus? Sesungguhnya itu dipersiapkan untuk manusia raksasa. Manusia setinggi lima meter melihat dinosaurus dan hewan bersosok besar lainnya, dengan kita manusia sekarang melihat sapi tidak ada bedanya. Manusia yang berlainan harus disediakan jenis benda yang berbeda baginya, segala benda di muka bumi semua adalah diciptakan demi manusia, dijadikan demi manusia."

0 komentar: